Tampilkan postingan dengan label About Our World. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label About Our World. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Juni 2012

Isyarat Rasulullah SAW— Di Sinilah Tempat Turunnya Nabi Isa Alaihis Salam

Dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim terdapat riwayat dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu dimana Rasulullah saw. bersabda,

"Pada malam aku diisra'kan, aku bertemu Nabi Musa. Baiklah aku jelaskan cirinya. Ternyata dia adalah seorang lelaki jangkung—maksudnya tinggi—, (rambut) kepalanya berombak, seperti orang dari Syanu'ah. Rasul bersabda, 'Dan aku bertemu pula Nabi Isa. Baiklah aku jelaskan cirinya. 'Lalu beliau katakan, ' Aku lihat dia (berkulit) kemerahan, seolah-olah dia baru keluar dari 'dimas'—maksudnya kamar mandi.'"

Dan menurut riwayat Al-Bukhari dari Ibnu Umar Radhiyallahu  Anhu, Rasulullah saw. bersabda,

"Aku melihat Nabi Musa, Nabi Isa dan Nabi Ibrahim. Adapun Isa (berkulit) kemerahan, (berambut) keriting dan berdada bidang. Adapun Musa (berkulit) sawo matang, berperawakan tinggi-besar, berlambut lurus seperti orang Zuth."

Sedang menurut riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhu, bahwa dia berkata, "Pada suatu hari Rasulullah saw. menceritakan tentang si picak Dajjal di tengah orang banyak, beliau bersabda,

"Sesungguhnya Allah itu tidak picak. Ketahuilah bahwa si Picak Dajjal itu cacat mata kanannya. Matanya bagaikan anggur yang mengapung (di atas air). Allah memperlihatkan kepadaku dalam mimpi di sisi Ka'bah seorang lelaki berkulit sawo matang dengan warna yang paling indah yang pernah dilihat pada kulit siapapun. Dia biarkan ujung rambutnya terurai antara kedua pundaknya. Rambutnya berombak, kepalanya (seolah-olah) meneteskan air. Dia letakkan kedua tangannya di pundak dua orang lelaki sambil berthawaf mengelilingi Ka'bah. Maka aku bertanya, 'Siapakah ini?' Mereka menjawab, 'Al-Masih Putra Maryam.' Dan di belakangnya aku melihat seorang lelaki berambut pendek-keriting, cacat mata kanannya, sangat mirip dengan Ibnu Qathan. Dia meletakkan kedua tangannya di pundak seorang lelaki sambil berthawaf mengelilingi Ka'bah. Maka aku berkata, 'Siapakah ini?' Mereka menjawab, 'Si Picak Dajjal.'"

Hadist ini ada mutabi'nya diriwayatkan oleh 'Ubaidillah dari Nafi'.
Al-Bukhari meriwayatkan pula dari Salim, dari ayahnya, dia berkata, Tidak, demi Allah. Rasulullah saw. tidak mengatakan Nabi Isa itu berkulit merah, tetapi beliau mengatakan:
"Ketika aku tidur, aku (bermimpi) thawaf di sekeliling Ka'bah. Tiba-tiba aku melihat seorang berkulit sawo matang, berambut lurus, berjalan pelan diapit dua orang lelaki. Kepalanya (seolah-olah) meneteskan air. Maka aku bertanya, 'Siapakah ini?' Mereka menjawab, 'Inilah Al-Masih Putra Maryam.' Lalu aku pergi sambil menoleh. Tiba-tiba aku melihat seorang berkulit merah, berperawakan tinggi-besar, berambut keriting, mata kanannya cacat, matanya bagaikan anggur yang mengapung (di atas air). Aku bertanya, 'Siapakah ini?' Mereka menjawab, 'Dajjal.' Orang yang paling mirip dengannya adalah Ibnu Qathan."

Kata Az-Zuhri, "Ibnu Qathan adalah seorang lelaki dari kabilah Khuza'ah, meninggal pada masa Jahiliyah."

Dalam riwayat An-Nawwas bin Sam'an, Rasulullah saw. bersabda,
"Nabi Isa akan turun di menara putih sebelah timur kota Damaskus, mengenakan dua baju berwarna tanah merah, meletakkan kedua telapak tangannya pada sayap dua orang malaikat. Apabila dia menundukkan kepala, maka (seolah-olah) meneteskan air, dan apabila mengangkat kepala, maka (seolah-olah) berjatuhanlah tetesan-tetesan itu bagai manik-manik mutiara. Dan tidak ada seorang kafir pun yang mencium bau nafasnya melainkan mati. Padahal nafasnya sejauh matanya memandang."

Inilah hadist yang paling mahsyur tetnatng tempat turunnya Isa Al-Masih, yaitu di atas menara putih timur kota Damaskus. Namun dalam sebuah kitab ditemui juga, bahwa Nabi Isa as akan turun di menara putih sebelah timur Masjid Jami kota Damaskus.

Barangkali riwayat inilah yang dihapal dengan baik (mahfuzh). Sedang riwayat yang mengatakan "bahwa beliau turun di menara putih timur kota Damaskus," itu merupakan ungkapan yang telah berubah, yakni ungkapan yang oleh perawinya diucapkan menurut apa yang dia pahami. Karena kenyataannya, di Damaskus tidak ada menara yang disebut "Al-Manarah Asy-Syarqiyah" (Menara Timur) selain menara yang terletak di sebelah timur Masjid Jami Umawi.

Dan agaknya pengertian inilah lebih pas dan cocok,  karena ketika turunnya Nabi Isa itu iqamat telah dikumandangkan. Maka seseorang mempersilahkan beliau: "Wahai imam kaum muslimin, wahai Ruh Allah, majulah."  

Lalu beliau menjawab: "Majulah kamu, karena iqamat ini dikumandangkan untukmu." Dan dalam riwayat lain dikatakan: "Sebagian kamu adalah pemimpin atas sebagian yang lain."

Sekarang ini, bangunan menara tersebut telah direnovasi pada tahun 741 H, menggunakan batu-batu putih. Pembangunannya dilaksanakan atas biaya orang-orang Nasrani, yang telah membakar menara sebelumnya di tempat itu.

Masjid Jami Umawi (menara Timur kota Damaskus) SEBELUM direnovasi

Barangkali ini pun salah satu bukti kenabian Muhammad saw. yang tampak dengan mata kepala dimana Allah menakdirkan pembangunan menara ini atas biaya kaum Nasrani sampai dengan turunnya Nabi Isa bin Maryam kelak. Lalu beliau akan membunuh babi, mematahkan salib, tidak menerima upeti dari mereka.

Masjid Jami Umawi (menara Timur kota Damaskus) ketika direnovasi 

Tetapi barangsiapa yang masuk Islam, maka diterima Islamnya. Dan kalau tidak, maka dibunuh. Begitupun hukum yang akan beliau putuskan terhadap orang-orang kafir di belahan bumi yang lain pada waktu itu. Demikianlah di antara pemberitahuan mengenai apa yang akan dilakukan Isa Al-Masih dan syariat yang diterapkannnya, yaitu bahwa yang akan beliau laksanakan tak lain adalah syariat Islam yang suci ini.

"Alhamdulillah, terima kasih ya Allah engkau jadikan kami lahir dalam keadaan Islam dan wafatkan juga kami dalam keadaan Islam. Amin ya Rabbal Alamin…."
 
Masjid Jami Umawi (menara Timur kota Damaskus) saat ini.

Wallahu 'alam bissawab..

Dahsyatnya Sebuah Bencana, Belum Menggambarkan Kiamat Yang Sesungguhnya


Cukuplah kita mengambil hikmah dan Ikhtibar dari seluruh bencana-bencana dahsyat yang pernah terjadi dulu dan kini di muka bumi ini! Bahwa bencana tersebut tidaklah sebanding hebatnya dengan peristiwa maha dahsyat, yang akan mendatangi manusia dengan tiba-tiba, yakni HARI KIAMAT.

Dan bagaimanakah gambaran “kiamat-kiamat” yang pernah terjadi itu?

Semoga hal ini membuka ruang nalar kita, bahwa kiamat yang sesungguhnya itu benar-benar amat besar huru-haranya! Dan pasti terjadi!!! Allahu Akbar!!!

Berikut adalah rangkuman bencana-bencana terdahsyat yang pernah terjadi di zaman nabi, bahkan di zaman modern ini, yang selanjutnya akan mengantarkan kita kepada hari yang benar-benar telah dijanjikan itu. KIAMAT BESAR!

1. “KIAMAT” DI ZAMAN NABI NUH (BANJIR YANG MENENGGELAMKAN BUMI)
Umat nabi Nuh Alaihis Salam (AS) musnah melalui bencana banjir besar, di mana seluruh kehidupan pada zaman itu musnah, kecuali orang-orang yang mengikuti ajaran nabi Nuh. Diriwayatkan, dalam beliau berdakwah kurang lebih 900 tahun hanya mempunyai pengikut berjumlah 90 orang.

Bisa dibayangkan manusia-manusia yang hidup pada zaman itu, digulung banjir dahsyat hingga gunung pun tidak kelihatan.

Ihwal terjadinya bencana ini dikarenakan kafirnya mereka terhadap rasul-rasul yang telah diutus untuk menyelamatkan mereka dari kekufuran dan menyerukan manusia untuk menyembah Allah.

QS. 23: 23-26. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?” Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya menjawab: “Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu. Dan kalau Allah menghendaki, tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu. la tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu.” Nuh berdo’a: “Ya Tuhanku, tolonglah aku , karena mereka mendustakan aku.”

Doa nabi Nuh pun dikabulkan, umatnya dimusnahkan dalam peristiwa banjir maha dahsyat di zaman itu.
QS. 21: 76. Dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu ketika dia berdo’a, dan Kami memperkenankan do’anya, lalu Kami selamatkan dia beserta keluarganya dari bencana yang besar.
QS. 11: 44. Dan difirmankan: “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim .”
QS. 23:30. Sesungguhnya pada (kejadian) itu benar-benar terdapat beberapa tanda (kebesaran Allah),, dan sesungguhnya Kami menimpakan azab (kepada kaum Nuh itu).

2. “KIAMAT” DI ZAMAN NABI LUTH. (NEGERI YANG DIJUNGKIR BALIKKAN)
Inilah azab yang Allah SWT timpakan kepada umat nabi Luth. Negeri mereka dijungkir balikkan oleh Allah dari atas ke bawah disertai dengan bencana gempa yang maha dahsyat. Hujan meteor, angin kencang dan petir pun saling menggelegar satu sama lain. Bisa dibayangkan, betapa ngerinya peristiwa itu… Allahu Akbar!

Seperti yang telah dijelaskan dalam Alquran:
QS. 54: 33-36. Kaum Luth pun telah mendustakan ancaman-ancaman ( Nabinya ). Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka ), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan di waktu seelum fajar menyingsing. Sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Dan sesungguhnya dia ( Luth ) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu.

QS. 15: 73-76. Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit. Maka kami jadikan bahagian atas kota itu terbalik kebawah dan Kami hujani mereja dengan batu belerang yang keras, . Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda ( kebesaran Kami ) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda. Dan sesungguhnya kota itu benar-benar terletak dijalan yang masih tetap (dilalui manusia).

3. “KIAMAT” DI ZAMAN KAUM ‘AD DAN UBAR. (MUSNAH DENGAN TIUPAN ANGIN KENCANG)
QS. 46: 6-8. Adapun kaum ‘Ad maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa. Adapun kaun Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon korma yang telah kosong(lapuk). Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal diantara mereka.

4. “KIAMAT” DI ZAMAN KAUM TSAMUD, UMAT NABI SHALIH. (DIHANCURKAN DENGAN SUARA GUNTUR)
QS. 11: 67-68. Dan satu suara yang keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di tempat tinggal mereka, seolah-olah mereka belum pernah berdiam ditempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Thamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Thamud.

DAN BERIKUT BEBERAPA RANGKUMAN BENCANA MAHA DAHSYAT YANG PERNAH DAN TERJADI DI ZAMAN INI

Mei 2008 – Angin puyuh Nargis membunuh 140 ribu orang lebih. Korban terperangkap dalam kejaran pusaran, dan tidak mampu lari lebih jauh, mengubur penduduk di lahan pertanian di Myanmar hingga tersapu bersih.

8 Oktober 2005 – Gempa berkekuatan 7,6 magnitudo di Pakistan merenggut nyawa lebih dari 40 ribu manusia. Kerusakan hebat disebabkan oleh pusat tumbukan di patahan dangkal.

26 Desember 2004 – Lautan Hindia menjadi pusat gempa berkekuatan 9,3 skala magnitudo dan memicu tsunami Sumatera di mana diperkirakan sebanyak 225 ribu orang menjadi korban. Banyak wilayah di belahan bumi lain yang juga mengalami dampak peristiwa tersebut.

1985 – Letusan gunung Nevado del Ruiz di Kolombia membunuh 25 ribu manusia,

1976 – Gempa bumi Tangsha di China, 8 skala magnitudo, merampas jiwa manusia tidak berdosa antara 225 ribu hingga 655 ribu orang.

1931 – Luapan sungai Kuning, menyebarkan kesakitan luar biasa bagi 1 juta hingga 3,7 juta nyawa melalui peristiwa penenggelaman, penyakit, kelaparan dan banjir. Sungai tersebut tercatat juga pernah menimbulkan katastrofi pada tahun 1887, dengan jumlah korban jiwa hampir sama.

1815 – Gunung Tambora, Indonesia, meletupkan lahar panas dan membunuh 80 ribu orang dan menimbulkan kelaparan luar biasa.

1737– Calcutta, India, membunuh 300 ribu jiwa. Analisis awal mengatakan karena gempa, namun ilmuwan lebih bersandar pada angin puting beliung.

1556 – Shannzi China, gempa bumi mengambil 830 ribu nyawa. Tidak ada seorang pun mengetahui kedatangannya yang tiba-tiba dan sedikit yang selamat dari guncangan seismik tersebut.

1330-1351 – Pandemik penyakit yang disebabkan bakteri bernama Yersinia, membunuh 75 juta orang, menghapus 30% hingga 60% populasi Eropa, dikenal sebagai peristiwa The Black Death atau Bubonic Plague.

1138 – Bumi bergoyang di Allepo, Syria, merenggut 230 ribu korban. Terdaftar dalam survei geologi Amerika Serikat sebagai gempa bumi paling mematikan keempat sepanjang sejarah manusia.

Allahu Akbar… sudah sekian hebatnya bencana-bencana yang diterangkan diatas, akan tetapi kita tidak mungkin sanggup membayangkan bagaimana sekiranya kiamat yang sesungguhnya itu benar-benar akan terjadi. Hanya kepada Allah saja kita memohon perlindungannya.

QS. 7:187. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

Wallahu ‘alam bissawab.

Selasa, 19 Juni 2012

Tanda-Tanda Husnul Khotimah

Tanda-tanda husnul khotimah cukup banyak. di antaranya adalah :

  • Mengucapkan kalimat tauhid laa ilaaha illallaah saat meninggal. Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang akhir ucapan dari  hidupnya adalah laa ilaaha illallaah, pasti masuk surga” (HR. Abu Dawud dll,  dihasankan Al Albani dalam Irwa’ul Ghalil)
  • Meninggal pada malam Jum’at atau pada hari Jum’at. Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap muslim yang meninggal pada hari atau  malam Jum’at pasti akan Allah lindungi dari siksa kubur” (HR.Ahmad)
  • Meninggal dengan dahi berkeringat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, “Orang mukmin itu meninggal dengan berkeringat di dahinya” (HR. Ahmad, Tirmidzi dll. dishahihkan Al Albani)
  • Meninggal karena wabah penyakit menular dengan penuh kesabaran dan  mengharapkan pahala dari Allah, seperti penyakit kolera, TBC dan lain  sebagainya
  • Wanita yang meninggal saat nifas karena melahirkan anak. Nabi shallallahu  ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang wanita yang meninggal karena melahirkan  anaknya berarti mati syahid. Sang anak akan menarik-nariknya dengan riang  gembira menuju surga” (HR. Ahmad)
  • Munculnya bau harum semerbak, yakni yang keluar dari tubuh jenazah setelah  meninggal dan dapat tercium oleh orang-orang di sekitarnya. Seringkali itu  didapatkan pada jasad orang-orang yang mati syahid, terutama syahid fi  sabilillah.
  • Mendapatkan pujian yang baik dari masyarakat sekitar setelah meninggalnya.  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati jenazah. Beliau mendengar  orang-orang memujinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda,  “Pasti (masuk) surga” Beliau kemudian bersabda, “kalian -para sahabat- adalah  para saksi Allah di muka bumi ini” (HR. At Tirmidzi)
  • Melihat sesuatu yang menggembirakan saat ruh diangkat. Misalnya, melihat  burung-burung putih yang indah atau taman-taman indah dan pemandangan  yang menakjubkan, namun tidak seorangpun di sekitarnya yang melihatnya.

Kejadian itu dialami sebagian orang-orang shalih. Mereka menggambarkan sendiri apa yang mereka lihat pada saat sakaratul maut tersebut dalam keadaan sangat berbahagia, sedangkan orang-orang di sekitar mereka tampak terkejut dan tercengang saja

Sembilan Misteri Sains Yang Belum Bisa Terpecahkan


Walaupun peradaban manusia dan ilmu pengetahuan sudah mengalami kemajuan yang begitu pesat, namun beberapa beberapa hal masih menyisakan pertanyaan dan teka-teki.

Berikut ini adalah misteri-misteri dikompilasi oleh situs LiveSience, yang hingga kini masih belum bisa dipecahkan oleh ‘pisau bedah’ ilmu pengetahuan murni.

9. Apa yang terjadi saat  gempa bumi terjadi?
Hingga kini manusia masih belum mengetahui apa yang terjadi ketika gempa bumi berlangsung. Padahal gempa bumi terjadi di dalam perut planet bumi, tepat di bawah kaki kita sendiri.

Hingga kini para pakar hanya bisa menjelaskan dari mana gempa bersumber dan patahan apa yang terlibat dalam peristiwa gempa tersebut, atau mungkin hanya memprediksi sampai kapan gempa susulan akan berlangsung.

Namun sampai kini mereka tak bisa secara pasti menjelaskan apa yang terjadi di dalam bumi ketika gempa berlangsung. Sifat dan perilaku kekuatan yang membuat patahan-patahan terus bergerak hingga kemudian akhirnya terjadi gempa hingga kini masih menjadi misteri. “Masalah pergeseran pada gempa adalah salah satu hal yang paling dasar dari semua ilmu tentang kebumian.

Namun itu masih menjadi cerita misteri yang berusia 30 tahun, yang belum terpecahkan,” ujar Tom Heaton, seorang pakar geofisika dari Caltech.

8. Siapa Anda?
Kesadaran alamiah yang dimiliki manusia selama ini, masih membingungkan bagi para psikolog dan ilmuwan di bidang kognitif. Bagian dari jawaban pertanyaan mendasar di atas ada yang menjawab dengan sederhana: sesuatu yang memicu kita melakukan sesuatu, sudah menyatu dengan jaringan syaraf manusia.

Walaupun kita mengira bahwa apa yang kita lakukan adalah kehendak bebas, namun setiap pekerjaan yang dilakukan oleh manusia juga dipengaruhi oleh proses tak sadar dan lingkungan sekitar. Dan, bagaimana kita membuat sebuah keputusan secara sadar sehingga membuat manusia memiliki akal selain jiwa? Nah ini yang masih menjadi misteri.

7. Bagaimana kehidupan bisa terjadi di bumi?
Manusia telah menemukan bukti-bukti awal tentang adanya kehidupan kuman sederhana di bumi sejak sekitar 3 miliar tahun yang lalu.

Namun, bagaimana kemudian kejadian awal dari kehidupan mahluk lain di bumi, hingga kini belum diketahui.

“Banyak teori dari asal kehidupan yang ditawarkan, namun sangat sulit untuk diterima dan dibuktikannya.” kata Diana Northup, Cave Biologist dari University of New Mexico.

6. Bagaimana otak bekerja?
Hingga kini, belum ada yang bisa menjelaskan bagaimana otak manusia bekerja. Dengan miliaran neuron dan masing-masing neuron memiliki ribuan koneksi, otak memang sangat sulit untuk diteliti. “Kita semua berfikir bahwa kita bisa memahami otak kita, setidaknya melalui pengalaman kita sendiri. Padahal, pengalaman subyektif kita adalah panduan yang minim untuk menentukan bagaimana otak bekerja,” ujar Scott Huettel, pakar dari Center for Cognitive Neuroscience dari Duke University.

Hingga kini peneliti belum bisa menentukan bagaimana neuron-neuron membentuk jaringan fungsional  ketika manusia sedang belajar, mengingat, atau melakukan aktivitas lainnya, termasuk saat melihat, mendengar, bergerak, atau saat tengah dimabuk cinta.

5. Di mana bagian alam semesta lainnya?
Manusia memiliki banyak keterbatasan saat hendak meneliti alam semesta. “Itu disebut juga sisi kelam dari alam semesta,” kata Michael Turner, seorang pakar kosmologi dari University of Chicago.

Menurut dia misteri terbesar dari alam semesta adalah materi gelap dan energi gelap.
Walaupun para peneliti berusaha keras untuk mengeksplorasi hingga ke luar angkasa yang terjauh dan ke perut bumi yang terdalam, namun, diperkirakan baru 4 persen dari materi dan energi yang ditemukan. Sementara 96 persen lainnya masih belum bisa diketahui.

4. Apa yang menyebabkan gravitasi?
Walaupun gravitasi telah dipelajari sejak zaman Newton, namun bidang ini masih sedikit sekali diketahui oleh manusia. Gravitas tidak bisa dijelaskan oleh mode standar fisika. Para teoretisi meyakini gravitasi mungkin ada kaitannya dengan partikel kecil yang tak bermassa bernama graviton yang menimbulkan gaya gravitasi.

“Gravitasi sama sekali berbeda dengan gaya lain yang bisa dideskripsikan dalam model standar,” kata Mark Jackson, pakar fisika teori dari Fermilab di Illinois AS.”Saat Anda mengerjakan perhitungan interaksi gravitasional kecil, maka Anda akan mendapat jawaban yang ngawur. Matematika sama sekali tak bisa bekerja,” kata dia.

3. Benarkah ada Teori Segalanya?
Para pakar biasanya memiliki standar model yang cukup baik untuk mendefinisikan segala sesuatu di alam semesta hingga ke bagian partikel terkecil, mulai dari magnetisme hingga ke atom-atom yang menyusunnya dan bagaimana mereka bisa tetap stabil. Model standar ini memandang partikel-partikel menjadi titik-titik yang sangat kecil, yang beberapa di antaranya mengandung gaya dasar.
Hanya saja, kelemahan dari model standar tadi, adalah kegagalannya untuk melakukan perhitungan terhadap gravitasi dan energi yang sangat tinggi. Nah, bila ada sebuah teori yang bisa secara konsisten menyertakan dua hal tadi ke dalam pemodelannya, maka teori fisika yang universal akan benar-benar dapat terwujud. Sayangnya, banyak peneliti menganggap hal itu tak akan pernah tercapai.

2. Apakah Alien memang benar-benar ada?
Adalah sesuatu hal yang logis ketika berasumsi bahwa ada kehidupan lain selain di bumi. Sebab, unsur-unsur yang dibutuhkan bagi kehidupan terdistribusi secara luas di alam semesta.
Selain itu, sistem tata surya yang mirip dengan tata surya kita juga dijumpai di luar angkasa. “Jadi setidaknya, ada kemungkinan bahwa ada kehidupan lain di sana,” kata Jill Tarter, Director of Center for SETI Research di California.

1. Bagaimana alam semesta tercipta?
Teori tentang dentuman besar yang mengawali keberadaan alam semesta sejak 13,7 miliar tahun lalu dipandang sebagai teori yang masuk akal, walaupun belum bisa langsung diuji. Pada teori ini, segala sesuatu dimulai dengan luar angkasa yang berukuran kecil dan kemudian memuai dan berkembang menjadi besar oleh karena proses inflasi (pemompaan).

“Hingga kini kita belum mengetahui apa yang menyebabkan inflasi, atau bahkan apakah itu teori yang benar atau tidak,” kata Eric Agol, seorang pakar astrofisika dari University of Washington.

Minggu, 17 Juni 2012

Bukti Kebesaran Allah Pada Tulang Ekor


Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat ( HR. Al Bukhari , Nomor : 4935 )

Belasan abad lamanya, hadits tersebut menjadi hal yang gaib yang tidak mungkin bisa dijelaskan dengan logika. Seiring berjalannya waktu beberapa penelitian ilmiah mampu menjelaskan kebenaran hadits tersebut dikemudian hari.

“Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk” (QS. Yasin : 78-79).

Adalah Han Spemann, Ilmuwan Jerman yang berhasil mendapatkan hadiah nobel bidang kedokteran pada tahun 1935. Dalam penelitiannya ia dapat membuktikan bahwa asal mula kehidupan adalah tulang ekor. Darinyalah makhluk hidup bermula. Dalam penelitiannya ia memotong tulang ekor dari sejumlah hewan melata, lalu mengimplantasikan ke dalam embrio Organizer atau pengorganisir pertama

Pada saat sperma membuahi ovum (sel telur), maka pembentukan janin dimulai. Ketika ovum telah terbuahi (zigot), ia terbelah menjadi dua sel dan terus berkembang biak. Sehingga terbentuklah embryonic disk (lempengan embrio) yang memiliki dua lapisan.

Pertama, External Epiblast yang terdiri dari cytotrophoblasts, berfungsi menyuplai makanan embrio pada dinding uterus, dan menyalurkan nutrisi dari darah dan cairan kelenjar pada dinding uterus.

Sedangkan lapisan kedua, Internal Hypoblast yang telah ada sejak pembentukan janin pertama kalinya. Pada hari ke-15, lapisan sederhana muncul pada bagian belakang embrio dengan bagian belakang yang disebut primitive node (gumpalan sederhana).

Dari sinilah beberapa unsure dan jaringan, seperti ectoderm, mesoderm, dan endoderm terbentuk.
- Ectoderm, membentuk kulit dan sistem syaraf pusat.
- Mesoderm, membentuk otot halus sistim digestive (pencernaan), otot skeletal (kerangka), sistem sirkulasi, jantung, tulang pada bagian kelamin, dan sistem urine (selain kandung kemih), jaringan subcutaneous, sistem limpa, limpa dan kulit luar.
- Sedangkan, Endoderm, membentuk lapisan pada sistim digestive, sistem pernafasan, organ-orang yang berhubungan dengan sistem digestive (seperti hati dan pancreas), kandung kemih, kelenjar thyroid (gondok), dan saluran pendengaran. Gumpalan sederhana inilah yang mereka sebut sebagai TULANG EKOR.

Pada penelitian lain, Han mencoba menghancurkan tulang ekor tersebut. Ia menumbuknya dan merebusnya dengan suhu panas yang tinggi dan dalam waktu yang sangat lama. Setelah menjadi serpihan halus, ia mencoba mengimplantasikan tulang itu pada janin lain yang masih dalam tahap permulaan embrio. Hasilnya, tulang ekor itu tetap tumbuh dan membentuk janin sekunder pada guest body (organ tamu). Meskipun telah ditumbuk dan dipanaskan sedemikian rupa, tulang ini tidak ‘hancur’.

Dr. Othman al Djilani dan Syaikh Abdul Majid juga melakukan penelitian serupa. Pada bulan Ramadhan 1423 H, mereka berdua memanggang tulang ekor dengan suhu tinggi selama 10 menit. Tulang pun berubah, menjadi hitam pekat. Kemudian, keduanya membawa tulang itu ke al Olaki Laboratory, Sana’a, Yaman, untuk dianalisis. Setelah diteliti oleh Dr. al Olaki, pfofesor bidang histology dan pathologi di Sana’a University, ditemukanlah bahwa sel-sel pada jaringan tulang ekor tidak terpengaruh. Bahkan sel-sel itu dapat bertahan walau dilakukan pembakaran lebih lama.

Lebih dari itu berdasarkan penelitian mutakhir, sebagaimana yang disampaikan oleh Jamil Zaini, Trainer Asia Tenggara Kubik Jakarta ketika mengisi acara buka puasa bersama di al Azhar-Solo Baru dengan tajuk, “Inspiring Day; Inspiring The Spirit of Life”, tulang ekor ini merekam semua perbuatan anak Adam, dari sejak lahir hingga meninggal dunia. Ia merekam semua perbuatan baik-buruk mereka. Dan perbuatan mereka ini akan berpengaruh pada kondisi tulang ekornya. Putih bersih atau hitam kotor. Semakin banyak energy positif atau kebaikan seseorang maka semakin bersih tulang ekornya, dan semakin banyak energy negative atau keburukan seseorang maka semakin hitamlah tulang ekornya.

Dari sinilah, balasan pada hari kiamat kelak tidak akan pernah tertukar. Dari tulang ekor inilah, manusia akan kembali dicipta, dan mereka akan diberi balasan sesuai dengan kadar amal-amal mereka. Ajaibnya, ini semua sudah disabdakan oleh Nabi berpuluh abad yang lalu.

“Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat.” (HR. al Bukhari, nomor 4935).

Hadits senada juga diriwayatkan oleh Imam Muslim (nomor 2955),
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallâhu alaihi wa sallam bersabda, “Seluruh bagian tubuh anak Adam akan (hancur) dimakan tanah kecuali tulang ekor, darinya tubuh diciptakan dan dengannya dirakit kembali.”

Dari petunjuk hadist di atas, Ilmuwan muslim pada paruh kedua abad ke-20 telah mendasarkan pemahaman mereka mengenai kemukjizatan hadis tentang tulang ekor ini pada kaidah pengetahuan yang paling dasar, yaitu “Tulang ekor merupakan bagian pertama yang tumbuh dari janin, biasa disebut dengan primitive streak, yaitu bagian utama yang terbentuk pada minggu ketiga”.

Akan Kami tunjukkan kepada mereka ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) Kami pada alam dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu? (Fushshilat: 53)

Wallahu a'lam.

Hikayat Dialog Iblis Dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala


Disebutkan dalam kitab kanzul ‘Umal juz 16 hal. 98
Sebuah hadits yang bersumber riwayat Ibnu Abi Dunya dalam tipudaya -tipudaya syaitan, Ibnu Jarir, ibnu Murdawaih dari Abu Umamah:

إن أبليس لما أنزل إلى الأرض قال: يا رب! أنزلني إلى الأرض وجعلتني رجيما فاجعل لي بيتا، قال: الحمام، قال: فاجعل لي مجلسا، قال: الأسواق ومجامع الطرق، قال: فاجعل لي طعاما، قال، ما لا يذكر اسم الله عليه، قال: اجعل لي شرابا، قال: كل مسكر، قال: اجعل لي مؤذنا، قال: المزامير، قال: اجعل لي قرآنا: قال الشعر قال: اجعل لي كتابا، قال: الوشم، قال: اجعل لي حديثا، قال: الكذب، قال: اجعل لي رسولا، قال: الكهانة، قال: اجعل لي مصايد، قال: النساء. "ابن أبي الدنيا في مكايد الشيطان، وابن جرير، طب، وابن مردويه - عن أبي أمامة".

Sesungguhnya Iblis ketika diturunkan ke bumi, dia bertanya kepada Allah sebagai berikut :
1. Iblis bertanya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala: "Ya Tuhanku! Engkau telah menurunkanku ke dunia dan menjadikan aku terkutuk, maka dimanakah tempat kediamanku." Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: "Wahai iblis! tempat kediamanmu ialah bilik air (tandas)."
2. Iblis berkata:"Ya Tuhanku! dimanakah tempat bagiku berkumpul?." Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: "Wahai iblis! tempatmu berkumpul ialah di pasar-pasar, tampat-tempat hiburan (pusat membelanjaan atau Mall, kelab malam, pesta-pesta, majlis maksiat) dan sebagainya."
3. Kata iblis:"Wahai Tuhanku!, apakah makanan untukku?. "Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: "Wahai iblis, makanan untukmu ialah sesuatu yang tidak disebut nama Allah."
4. Kata iblis: "Wahai Tuhanku!, apakah minuman untukku? "Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: "Wahai iblis, minuman untukmu ialah sesuatu yang memabukkan dan yang tidak dimulai dengan nama Allah."
5. Iblis bertanya lagi: "Wahai Tuhanku! apakah azanku untuk mengumpul orang?". Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: "Wahai iblis, azan untuk mu ialah seruling."
6. Iblis berkata lagi:"Ya Tuhanku! Tunjukkanlah padaku apakah bahan bacaanku?" Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: "Wahai Iblis, bahan bacaanmu ialah syair (sajak, lagu, puisi yang melalaikan manusia dari mengingat Tuhan).
7. Kata iblis:"Ya Tuhanku! Apakah tulisan bagiku?." Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: "Wahai iblis, tulisanmu adalah tulisan gincu yang palsu dibadan, (seperti gincu, tato, tahi lalat yang diada-adakan dan yang lebih kurang sama dengannya).
8. Iblis berkata:"Wahai Tuhanku! apakah cerita-cerita bagiku?". Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: "Cerita-cerita bagimu adalah kata-kata dusta (bohong atau yang berkaitan dengannya)".
9. Tanya iblis lagi: "Ya Tuhanku! siapakah yang menjadi utusan bagiku?". Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: "Wahai iblis para utusanmu ialah terdiri dari dukun (peramal nasib), ataupun yang lebih kurang sama dengannya."
10. kata iblis: "Wahai Tuhanku! Apakah perangkap bagiku?." Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "Wahai iblis, perangkap untukmu ialah wanita-wanita."
Dialog ini dikuatkan Dalam riwayat lain yang bersumber dari Ibnu Abbas;

قال إبليس لربه: يا رب! أهبط آدم وقد علمت أنه سيكون كتاب ورسل، فما كتابهم ورسلهم؟ قال: رسلهم الملائكة والنبيون معهم، وكتبهم التوراة والإنجيل والزبور والفرقان؛ قال: كتابك الوشم، وقرآنك الشعر، ورسلك الكهانة، وطعامك ما لم يذكر اسم الله عليه، وشرابك كل مسكر، وصدقك الكذب وبيتك الحمام ومصايدك النساء، ومؤذنك المزمار، ومسجدك الأسواق .
 
Telah bertanya Iblis Kepada Tuhannya : Ya Tuhanku ! ;" Engkau telah menempatkan Adam, dan aku tahu dia memiliki kitab dan utusan, Ya Allah Apakah kitab mereka dan utusan mereka ? Allah menjawab :" Rasul-rasul mereka adalah malaikat dan mereka bersama para nabi, kitab mereka Taurat, injil, Zabur dan Al-Qur'an, Sedangkan kitab kamu adalah tulisan gincu yang palsu dibadan (tato) bacaanmu syair, utusanmu dukun, makananmu apa-apa yang tidak disebut nama Allah, minumanmu setiap yang memabukan, teman karibmu para pembohong, rumahmu setiap tempat yang kotor dan bau , umpanmu wanita binal, penyerumu alat-alat music, dan masjidmu adalah pasar" (H.R Thabrani)

Dari hadits diatas, maka ada 10 perangkap Iblis (talbis) yang disiapkan untuk senantiasa menyeret manusia sesat dan melakukan kemaksiatan yaitu;
1. Tempat-tempat kotor
2. Pasar-pasar atau pusat perbelanjaan, Mall
3. Makanan yang tidak membaca Basmalah pada waktu memakannya apalagi makanan-makanan yang haram
4. Minuman yang memabukan
5. Memainkan alat-alat musik
6. Mendengarkan syair, atau sejenisnya
7. Tato
8. Perkataan dusta/bohong
9. Dukun, mentalis, peramal dll.
10. Wanita binal/seksi
Inilah yang kita saksikan sekarang, bagaimana iblis telah berhasil menyeret kebanyakan manusia supaya menjadi sesat dan menjadi penghuni neraka sa'ir sebagai mana sesumbar Iblis dihadapan Tuhannya ( Allah)

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ
Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, (Al-‘Araf :16)

ثُمَّ لآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَآئِلِهِمْ وَلاَ تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ
kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (Al-‘Araf :17)
قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الأَرْضِ وَلأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ
Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, (al-Hijr:39)

إِلاَّ عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka". (al-Hijr :40)
Mudah-mudahan jadi renungan !


Al-Qur'an Berbicara Tentang UFO


Di dunia masa kini, ada dua macam kendaraan yang pada umumnya dipakai manusia dalam sejarah hidupnya, yaitu yang memakai tenaga tolak untuk maju contohnya hewan, mobil, kapal laut atau kapal udara.

Yang lainnya memakai gaya centrifugal (melanting dari titik tolak ) seperti pesawat UFO yang populer disebut “piring terbang”. Kedua macam kendaraan ini oleh Al-Quran surat An-Nahl ayat 8 disebutkan sebagai benda terapung dan ternak. Yang dimaksud dengan ternak yaitu kuda, unta, keledai, dls. Dan benda terapung maksudnya yaitu segala macam kendaraan yang diwujudkan oleh teknologi manusia termasuk di dalamnya “piring terbang”.

Khusus mengenai “piring terbang”, oleh surat An-Nahl ayat 8 adalah kendaraan yang tidak diketahui manusia dalam waktu ribuan tahun dan oleh surat Az-Zukhruf ayat 12 menyebutkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan semua yang berpasangan-pasangan. Maksudnya, ada bagian positif dan bagian negatif dari “piring terbang” itu (positif dan negatif=pasangan). Karena surat Az-Zukhruf ayat 12 ini membicarakan tentang alat transportasi maka tentunya istilah “berpasangan-pasangan” itu adalah kendaraan. Dan kendaraan itu tak lain mungkin adalah “piring terbang” yang memiliki bagian positif dan bagian negatifnya.

Dan (Dia Telah menciptakan) kuda, bagal* dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.
(Surat An-Nahl ayat 8 ) * Bagal adalah peranakan kuda dengan keledai.
Ayat ini menerangkan soal kendaraan yang biasa dan bisa dipakai oleh manusia. Manusia biasa menggunakan kendaraan ternak. Kuda dan keledai merupakan tenaga pembawa dan penarik maka keadaannya sama dengan mobil dan kapal terbang selaku pembawa dan penarik. Penggalan kata “bisa” pada paragraf ini, merupakan sesuatu yang belum diketahui manusia tentang kendaraan.

Baik kuda dan keledai maupun mobil dan kapal terbang sama-sama menggunakan tenaga tolak ke belakang untuk maju ke depan, pada dasarnya kedua macam kendaraan itu memiliki prinsip yang sama. Lalu kendaraan apa yang belum diketahui manusia seperti yang disebutkan pada surat An-Nahl ayat 8 itu?

Hal ini dijawab sendiri oleh Al-Quran :
وَالَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا وَجَعَلَ لَكُم مِّنَ الْفُلْكِ وَالْأَنْعَامِ مَا تَرْكَبُونَ
Dan yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi.
لِتَسْتَوُوا عَلَى ظُهُورِهِ ثُمَّ تَذْكُرُوا نِعْمَةَ رَبِّكُمْ إِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُولُوا سُبْحانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ
Supaya kamu duduk di atas punggungnya, kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan agar kamu mengucapkan: “Maha Suci Tuhan yang Telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya”.
وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ
Dan Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. (Surat Az-Zukhruf ayat 12 – 14)

Kalau anda membaca susunan ayat Al-Quran ini sepintas mungkin anda tidak merasa mendapatkan sesuatu yang aneh dan baru. Akan tetapi, patut diketahui bahwa tidak ada satu pun ayat suci Al-Quran yang diwahyukan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada Rasul-Nya yang percuma atau tidak memiliki makna. Kalau anda teliti dan merenungkannya dalam-dalam, semua ayat-ayat yang terkandung dalam Al-Quran itu selalu memiliki unsur-unsur keterkaitan antar ayatnya, baik kaitan ayat yang ada di dalam surat itu sendiri atau kaitan ayat pada surat-surat Al-Quran yang lain. Sederhananya, keterkaitan satu ayat dengan ayat yang lainnya seperti dunia internet yang sedang anda jelajahi ini. Suatu halaman web yang berisi informasi selalu memiliki kaitan atau link, baik link yang menuju ke halaman web itu sendiri ataupun link yang menuju ke halaman web yang lainnya.

Nah, semua unsur-unsur yang saling berkaitan itu tak jarang selalu menghasilkan pemahaman ilmiah yang dapat diterima oleh akal sehat. Dengan begitu, memahami susunan ayat-ayat di atas ini maka “benda terapung” ini adalah suatu kendaraan yang belum diketahui oleh manusia. Seperti yang disebutkan pada surat An-Nahl ayat 8.
Susunan ayat-ayat diatas nantilah kita analisis belakangan.
Sekarang kita masuki persoalan yang nantinya jadi bahan dalam penganalisaan itu.
Al-Quran sering sekali menjelaskan persoalan rotasi dan orbit benda-benda angkasa. Hal itu merupakan gambaran bagi setiap orang agar selalu memperhatikan kenapa Bumi ini berputar pada porosnya, kenapa planet ini bersama planet-planet yang lainnya beredar mengelilingi matahari yang juga berputar di porosnya. Semua planet itu tidak bertiang, tidak bertali dan juga tidak memiliki tempat bergantung. Semuanya bergerak dalam keadaan bebas terapung. Hanya Rawasialah yang memutar planet itu di sumbunya sambil berputar-putar mengelilingi matahari. Sungguh Rawasia itu adalah wujud penting dari sesuatu yang harus diteliti lebih dalam lagi oleh para astronom. Dengan mengetahui keadaan Rawasia setiap planet, maka tabir misteri alam semesta yang tak terbatas itu akan terkuak.

Bumi yang beratnya sekitar 700 triliun ton tidak jatuh pada matahari karena gaya lantingnya (centrifugal) dalam keadaan mengorbit, sebaliknya Bumi juga tidak terlanting jauh keluar dari garis orbitnya sebab ditahan oleh gaya gravitasi pada matahari sebagai pusat orbit. Kekuatan gaya lanting Bumi dan gaya gravitasi adalah sama besarnya, orang ahli menyebutnya dengan Equilibrium. Oleh karena itulah sampai hari ini Bumi yang kita diami terus menerus berputar dan beredar mengelilingi matahari.

Andaikan kalau Bumi hanya memakai gaya lantingnya saja tanpa menggunakan gaya gravitasi. Maka, bisa dipastikan Bumi akan melayang jauh meninggalkan matahari. Dengan begitu, tenaga centrifugal seperti yang dimiliki Bumi dapat diadopsi oleh “piring terbang” untuk terbang jauh jika tenaga gravitasinya dihilangkan.
Nah, akhirnya kita pun sampai pada pertanyaan ini, bagaimana cara menghilangkan gaya gravitasi itu?

Salah satu caranya adalah dengan memutar bagian pesawat secara horisontal. Apabila putaran itu semakin cepat maka semakin besar pula gaya centrifugal yang dihasilkan dan semakin kecillah gaya gravitasinya, sampai akhirnya gaya gravitasi ini akan hilang sama sekali dan mulailah pesawat dapat terangkat dengan mudah tanpa terpengaruh oleh gravitasi Bumi.

Mungkin anda akan bertanya, bagaimana bisa pesawat dapat berputar terus menerus tanpa tumpuan? Dari situlah kita namakan pesawat ini dengan Shuttling System, yaitu pesawat berbentuk piring dempet yang ditengah-tengahnya adalah tempat penumpang.
Anda bisa simak gambar ilustrasi struktur “piring terbang” dibawah ini.


A. Bagian Atas, kita namakan Positif, berputar ke kanan, semakin ke pinggir massanya semakin tebal dan berat.
B. Bagian Bawah, kita namakan Negatif, berputar ke kiri, semakin ke pinggir massanya semakin tebal dan berat.
C. Bagian Tengah, kita namakan Netral, disinilah tempat awak pesawat serta perlengkapan dan mesin yang memutar Positif dan Negatif sekaligus dalam satu kendali.

Praktis pesawat pun akan terangkat dibantu dengan ledakan seperlunya untuk tenaga pembelok dan untuk penambahan kecepatan sewaktu berada di angkasa tanpa bobot.



Bagaimanapun nantinya wujud konstruksi pesawat itu, kita serahkan saja kepada para profesor dan kita yakin nantinya di masa depan akan terwujud sebagai pesawat kebal peluru dan tak memerlukan landasan tertentu karena dia dapat berdiri statis di angkasa dan yang lebih hebat lagi adalah bahwa pesawat itu tentunya water-proof alias anti-air yang kalau pada saat diperlukan dia dapat langsung masuk ke dalam lautan dan keluar lagi sesuai kehendaknya.

Kita boleh mengatakan bahwa kendaraan manusia kini sudah kolot, kuno atau usang karena sistem yang dipakainya sudah berlaku selama ribuan tahun, yang semuanya itu memakai prinsip menolak ke belakang untuk maju ke depan dan menolak ke bawah untuk naik ke atas. Setelah manusia sanggup memakai gaya centrifugal berbentuk “piring terbang” barulah manusia akan memulai kendaraan modern.

Jadi, masa terwujudnya “piring terbang” adalah batas antara ke-kuno-an dan kemodernan peradaban manusia. Batas ini disebut oleh Al-Quran dalam surat Az-Zukhruf ayat 13 diatas dengan bahasa kiasan, bahwa profesor yang mulai menggunakan “piring terbang” mengatakan; Waktu itu manusia baru memulai hidup dalam generasi lain yaitu generasi pesawat itu tidaklah segenerasi dengan modern.

Dalam peradaban modern dimana manusia umumnya memakai piring terbang sebagai kendaraan, akan banyak sekali perubahan dalam kehidupan baik di bidang jasmaniah maupun di bidang rohaniah. Di bidang jasmaniah akan berlaku perubahan dalam kehidupan seperti, orang-orang tak lagi membutuhkan jalan raya dan rel kereta api yang pembangunannya sangat banyak menghabiskan tenaga, tempat, benda dan waktu. Orang-orang akan memanfaatkan daerah itu untuk tempat tinggal atau untuk kebutuhan lainnya. Orang-orang akan memindahkan perhatiannya terhadap lautan sebagai sumber makanan karena lautan itu memang sangat luas yang mengandung berbagai bahan untuk keperluan hidup, dan daratan sebagian besar akan dijadikan orang untuk tempat bermukim. Orang-orang nantinya akan melakukan penerbangan antar planet secara lazim dimana planet Jupiter, Venus, Saturnus dan planet yang lebih besar lainnya akan menjadi sasaran dalam perekonomian dan politik.

Di bidang rohaniah akan berlaku perubahan dalam kehidupan seperti, orang-orang akan menyadari bahwa alam semesta ini memang diciptakan untuk kebutuhan hidup manusia oleh Allah Yang Maha Esa. Orang-orang akan menyadari bahwa manusia di planet Bumi dalam tata surya ini berasal dari satu diri, satu spesies, atau serumpun. Bukan dari hasil evolusi monyet, seperti teori Darwin yang dikalahkan logika. Orang-orang akan menyadari bahwa agama yang diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala  itu hanyalah agama Tauhid yang sama sebagaimana yang tercantum dalam surat Al-Imran ayat 83. Orang-orang akan menyadari bahwa agama Tauhid yang diturunkan Sang Khaliq itu mengandung hukum yang sesuai dengan kejadian dan naluri yang terdapat di alam semesta raya dan pada diri manusia sendiri, dan bahwa menolak agama itu berarti merugikan diri sendiri.
سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? (Surat Al-Fushshilat ayat 53)
أَفَغَيْرَ دِينِ اللّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ
Maka apakah mereka mencari agama yang lain selain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di planet-planet dan di bumi ini, baik dengan suka maupun terpaksa dan Hanya kepada Allahlah mereka akan kembali.(Surat Al-Imran ayat 83)